Area aplikasi fender roller
07/24/2025Apa perbedaan antara tambat dan tambat kapal?
07/25/2025Mengapa transfer dari kapal ke kapal?
Apa yang dimaksud dengan Transfer Kapal-ke-Kapal (STS)?
Pemindahan dari kapal ke kapal (STS) adalah proses memindahkan kargo cair seperti minyak mentah, LNG, LPG, atau bahan kimia dari satu kapal ke kapal lainnya. Ini biasanya terjadi di laut atau tempat berlabuh, tanpa perlu berlabuh di pelabuhan. Dalam kebanyakan kasus, kapal yang lebih besar (disebut "kapal induk" atau kapal pengirim) memindahkan kargo ke kapal yang lebih kecil (kapal penerima atau kapal anak).

Mengapa Kami Menggunakan Transfer Kapal-ke-Kapal?
1. Lebih Banyak Fleksibilitas
STS tidak membutuhkan tempat berlabuh di pelabuhan. Kapal dapat memindahkan kargo ke lepas pantai, berlabuh, atau di zona STS yang ditentukan. Hal ini menghemat waktu dan menghindari penundaan di pelabuhan yang sibuk.
2. Biaya Lebih Rendah
Kapal tidak perlu membayar biaya pelabuhan dan mengurangi waktu tunggu. Hal ini membantu menurunkan total biaya pengiriman dan mempercepat seluruh rantai logistik.
3. Keuntungan Komersial
Pemilik dapat mengubah kepemilikan kargo atau tujuan di tengah perjalanan. Ini adalah cara cerdas untuk menangani perubahan pasar di menit-menit terakhir atau keadaan darurat.
4. Penggunaan Darurat
STS dapat membantu meringankan kapal saat terjadi kecelakaan, kerusakan, atau untuk mencegah terjadinya grounding.
5. Mendukung Energi Bersih
Ketika industri perkapalan bergeser ke arah bahan bakar ramah lingkungan seperti transportasi amonia atau CO₂, STS menawarkan cara praktis untuk memindahkan kargo dengan aman dan fleksibel.
Bagaimana Cara Kerja Operasi STS?
Langkah 1: Perencanaan dan Penilaian Risiko
Operasi STS harus mengikuti pedoman internasional seperti MARPOL Annex I Bab 8 dan praktik-praktik terbaik OCIMF. Sebelum pemindahan, kedua kapal harus melakukannya:
- Menyelesaikan penilaian risiko secara menyeluruh.
- Menunjuk POAC (Person in Overall Advisory Control) yang memenuhi syarat.
- Siapkan rencana STS dan daftar periksa darurat.
Langkah 2: Pemeriksaan Peralatan
Sebelum operasi dimulai, kedua kru memastikan kompatibilitas peralatan. Ini termasuk spatbor, selang, tali tambat, dan alat komunikasi.
Peralatan Apa Saja yang Anda Butuhkan untuk STS?
Fender Pneumatik
- Ini fender karet pneumatik menyerap energi tinggi dan mengurangi benturan antar kapal.
- Mereka bertemu Standar ISO 17357 dan tersedia dalam berbagai jenis seperti rantai & jaring ban atau tipe sling.
- Kapal biasanya memasang 4-6 spatbor pneumatiktergantung pada ukuran dan cuaca.

Fender Berisi Busa
- Ini fender busa tidak mengempis dan mudah ditangani.
- Mereka memberikan perlindungan ekstra, terutama di area kontak yang lebih kecil.
Selang Transfer Kargo
- Selang harus memenuhi standar keamanan internasional (EN1765, BS1435, OCIMF).
- Setiap selang harus memiliki label yang jelas yang menunjukkan tekanan uji, perlindungan antistatis, dan tanggal kedaluwarsa.
- Kru memeriksa dan menguji tekanan selang secara teratur untuk menghindari kebocoran atau ledakan.
Peralatan Tambat
- Tali berkualitas tinggiderek, dan tali pengikat sangat penting untuk menahan kapal agar tetap stabil.
- Tali tambat harus kuat dan elastis untuk menangani gerakan gelombang.
Perlengkapan Keselamatan dan Tumpahan
- Selang pemadam kebakaran, alat penanggulangan tumpahan minyak, dan peralatan darurat harus tersedia di kapal dan siap digunakan.
- Latihan keselamatan secara teratur adalah suatu keharusan.
Alat Komunikasi
- Radio, AIS (Sistem Identifikasi Otomatis), dan sistem berbasis GPS lainnya membantu kedua kapal menyelaraskan dengan benar.
- Para kru tetap melakukan kontak secara konstan selama operasi berlangsung.
Operasi STS - Panduan Sederhana
1. Pendekatan dan Penambatan
Satu kapal tetap stabil sementara kapal lainnya mendekat perlahan. Awak kapal menempatkan fender di antara lambung kapal dan mengamankan tali tambat untuk mengunci posisi.
2. Sambungan Selang
Awak menghubungkan selang kargo dan saluran balik uap. Selang harus diardekan untuk mencegah pelepasan muatan listrik statis. Mereka mulai dengan aliran lambat untuk memeriksa kebocoran.
3. Transfer Kargo
Setelah semua pemeriksaan selesai, pemindahan dimulai. Kedua tim memantau tekanan, suhu, dan laju aliran dengan cermat untuk menghindari masalah.
4. Pemutusan dan Keberangkatan
Setelah kargo dipindahkan sepenuhnya, kru kapal melepaskan selang, melepas spatbor dan tali tambat, serta membersihkan area tersebut. Kapal kemudian meninggalkan lokasi dengan aman.

Mengikuti Aturan Keselamatan
Transfer antar kapal harus memenuhi aturan ketat dari IMO, OCIMF, dan otoritas pelabuhan setempat. Setiap operasi harus mencakup:
- Rencana STS tertulis.
- Daftar peralatan lengkap.
- Catatan untuk inspeksi, pelatihan, dan latihan darurat.
Semua catatan harus disimpan setidaknya selama tiga tahun untuk audit atau investigasi jika diperlukan.

Pikiran Akhir: Peralatan Membuat STS Aman dan Lancar
Pemindahan dari kapal ke kapal adalah solusi yang praktis, murah, dan cepat untuk memindahkan kargo cair. Namun tanpa peralatan yang tepat, hal ini bisa berisiko. Inilah yang benar-benar penting:
- Fender yang andal mencegah kerusakan antar kapal.
- Selang bersertifikat memastikan aliran kargo yang aman.
- Perlengkapan tambat menjaga kapal tetap stabil.
- Komunikasi yang baik membantu menghindari kesalahan.
- Alat-alat darurat mempersiapkan Anda untuk kemungkinan terburuk.
Jika Anda memiliki perlengkapan dan perencanaan yang tepat, STS dapat menjadi cara yang aman dan cerdas untuk memindahkan kargo ke mana saja.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa yang dimaksud dengan transfer antar-kapal (STS)?
Transfer antar kapal adalah ketika satu kapal memindahkan kargo cair seperti minyak, gas, atau bahan kimia ke kapal lain saat keduanya berada di laut atau berlabuh. Proses ini tidak memerlukan docking di pelabuhan.
2. Mengapa perusahaan menggunakan operasi STS?
Mereka menggunakan STS untuk menghemat waktu dan uang, menghindari kemacetan pelabuhan, menyesuaikan tujuan kargo, atau merespons keadaan darurat. STS juga berguna untuk mengangkut energi bersih seperti amonia atau CO₂.
3. Peralatan apa yang dibutuhkan untuk transfer antar-kapal?
Peralatan utama meliputi spatbor pneumatik, spatbor busa, selang kargo, tali tambat, alat keselamatan kebakaran, dan sistem komunikasi seperti radio atau AIS. Semua peralatan harus memenuhi standar keselamatan.
4. Apakah transfer STS aman?
Ya, jika dilakukan dengan perencanaan yang tepat, peralatan bersertifikat, dan kru yang terlatih. Operasi STS harus mengikuti pedoman IMO dan OCIMF untuk memastikan keselamatan dan mencegah tumpahan atau kecelakaan.
5. Di mana operasi STS biasanya dilakukan?
Kejadian tersebut terjadi di lepas pantai, dekat pelabuhan, atau di zona STS khusus. Lokasi dipilih untuk perairan yang tenang dan bebas dari kapal atau bangunan lain.
